Kamis, 07 April 2011

Menghafal Al Quran Metode Fahim Quran


Fahim Qur'an adalah metode menghafal Al Qur'an dengan Fast, Active, Happy and Integrated in Memorizing Al Quran. Melihat namanya metode ini memang cocok diterapkan untuk anak-anak sejak balita. Metode ini diciptakan oleh (mantan) guru hafizh Qur'an di Azhari Islamic School Ust. Sobari Sutarip yang telah mempraktekkan metode ini kepada anak didiknya sehingga tamat SD mereka hafizh Qur'an 18 juz. Subhanallah.

Berbeda dengan metode menghafap Al Quran yang biasa kita temui,  metode ini menghafal Al Quran bisa dilakukan dengan bermain ular tangga, petak umpet, rebut kursi, lempar koin, dan sebagainya. Metode ini menggunakan pendekatan  tiga ranah pendidikan baik kognitif, afektif maupun psikomotorik. Dengan metode ini, anak tidak kehilangan dunia bermainnya sekaligus menjadi hafizh Qur'an. Subhanallah.

Untuk penggunaan metode FQ di rumah, diperlukan kesabaran, konsistensi dan kreatifitas orang tua. Untuk penerapan FQ di rumah ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi:
1. Orang tua mahir membaca Al Qur'an dan menjadi teladan dalam aktifitas menghafal Al Qur'an (tidak harus sudah menjadi seorang hafizh Qur'an)
2. Memahami gaya belajar putra-putri mereka. (untuk ini akan bisa diketahui seiring proses belajar)
3. Membuat persiapan: menentukan target hafalan, buku kontrol hafalan, dsb
4. Dalam pelaksanaan hafalan orang tua berkreasi agar proses menghafal menyenangkan anak (tidak boleh menggunakan hardikan, ancaman, atau hukuman).
5. Melakukan evaluasi: murajaah hafalan2 yang lalu sebelum menambah hafalan. Perlu juga dibuat evaluasi mingguan/bulanan.
6. Sabar dan istiqomah.

Mengapa kita harus menghafal Al Quran dan mendidik putra-putri kita menjadi penghafal Al Quran? Karena para penghafal Al Quran memiliki banyak keutamaan diantaranya:
1. Bagaikan pedagang yang tidak pernah rugi (QS: 29; 29-30).
2. Menjadi keluarga Allah.
"sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia, yaitu para ahlul Quran, mereka sangat istimewa di hadapan Allah" (Hadits).
3. Diutamakan menjadi imam shalat
4. Tanda bakti tertinggi kepada kedua orang tua
"Seorang anak yang membaca Al Quran dan menyempurnakan bacaanya serta mengamalkan kandungan isinya, Allah akan memakaikan mahkota kepada kedua orang tuanya di akhirat kelak. (HR. Abu Daud)
5. dll.
Demikian teman-teman, sebagian yang dapat saya bagi semoga bermanfaat. Marilah kita berusaha menjadi orang tua/guru yang kelak di akhirat akan dipakaikan mahkota oleh Allah SWT sebagai kado terbaik dari anak2/murid kita. Juga berusaha menghafal Al Quran sendiri untuk memberikan kado terbaik kepada orang tua kita.

Wassalam
Susiana M
(Disaring dari pelatihan  metode Fahim Qur'an, Jakarta 4-5 Maret 2011 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imam yang Tak Dirindukan

"Aku besok gak mau tarawih lagi, " gerutu si bungsu saat pulang tarawih tadi malam.  "Loh, kenapa?" Tanya Saya sambil ...