Senin, 25 April 2011

Analisis Butir Soal (kualitatif)

Analisis butir soal merupakan langkah yang harus dilalui sebelum tes digunakan, agar soal atau item tes dapat berfungsi dengan baik. Ada dua jenis analisis butir soal yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif.

Analisis kualitatif sering juga disebut sebagai validitas logis (logical validity) yaitu analisis soal ditinjau dari segi teknis, isi, dan editorial. Analisis teknis yaitu penelaahan soal berdasarkan prinsip-prinsip pengukuran dan format penulisan soal. Dalam analisis teknis ini ditelaah kaidah konstruksi alat tes misalnya telaah kesinambungan konstruk, kisi-kisi dan soal tes. Selain itu juga ditelaah kaidah-kaidah penulisan soal baik soal pilihan ganda maupun soal essay seperti telah ditetapkan oleh Kemdiknas.

Analisis isi yaitu penelaahan soal berkaitan dengan kelayakan pengetahuan/content soal. Dalam hal ini soal akan dianalisis kelayakan isinya, yaitu kesesuaian antara kompetensi yang diharapkan, materi yang diajarkan dengan soal. Perlu juga dalam analisis ini ditelaah kesesuaian antara tahapan berfikir yang dituntut indikator soal dengan isi/konten soal.

Analisis editorial atau disebut juga analisis bahasa, yaitu penelaahan terhadap bahasa yang digunakan dalam soal apakah sesuai atau tidak dengan EYD. Penggunaan bahasa yang sesuai kaidah tata bahasa Indonenisa dalam soal misalnya menghindari penggunaan istilah dalam bahasa daerah tertentu, maupun bahasa pergaulan. Demikian juga dihindarkan penggunaan bahasa/istilah yang berbau pornografi dan SARA. Dalam analisis editorial juga perlu ditelaah keseluruhan format dan konsistensi editorial soal yang satu ke soal yang lainnya.

Siapa yang berhak melakukan analisis kualitatif butir soal? Jika memungkinkan analisis kualitatif ini dilakukan oleh tim yang memiliki kualifikasi:
1. menguasai materi yang diujikan,
2. menguasai teknik penulisan soal, dan
3. menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Jika tidak memungkinkan ada ketiga tenaga yang ahli dalam bidang tersebut, maka analisis kualitatif dapat dilakukan oleh guru lain dalam rumpun mata pelajaran sejenis yang memiliki tambahan kemampuan dalam hal bahasa dan konstruksi alat tes.

Setelah dilakukan analisis butir soal secara kualitatif, langkah berikutnya adalah analisis butir soal secara kuantitatif. Insya Allah akan dibahas di tulisan berikutnya.

(dari berbagai sumber)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imam yang Tak Dirindukan

"Aku besok gak mau tarawih lagi, " gerutu si bungsu saat pulang tarawih tadi malam.  "Loh, kenapa?" Tanya Saya sambil ...