Rabu, 06 April 2011

Jam psikologis

Kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang di waktu yang sama akan menciptakan jam psikologis. Jam ini akan berdentang dan menimbulkan perasaan tidak tenang kepada pemiliknya apabila aktivitas rutinnya tidak dilaksanakan. Sebagai contoh, kebiasaan shalat lima waktu yang telah dilakukan dari kecil akan membentuk jam psikologis yang dentangnya kuat.

Menurut para ahli, jam psikologis ini akan terbentuk jika suatu kegiatan yang sama dilakukan terus menerus pada jam yang sama dalam waktu kurang lebih satu tahun. Bagaimana proses terbentuknya jam psiklogis? Ini tidak lepas dari peran otak yang menandai setiap aktivitas kita.Setiap aktivitas yang kita lakukan akan meninggalkan jejak memori di bagian otak kita. Jika aktivitas tersebut berulang-ulang dan dalam waktu tertentu maka jejak memori yang ditinggalkannnya semain kuat. Jam psikologis ini jika sudah terbentuk, akan mengeluarkan hormon pencemas apabila pemiliknya lalai tidak melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan.

Melihat cara kerja otak seperti itu, ada baiknya kita mempola jam-jam psikologis sendiri untuk hal-hal yang positif. Misalnya, rutin membaca Al Qur'an ba'da shalat Maghrib, rutin shalat malam dan sholat dhuha. Dsb. Buat anak-anak, ada baiknya orang tua mulai mempola kebiasaan anak untuk membentuk jam psikologis mereka.

Demikian, semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imam yang Tak Dirindukan

"Aku besok gak mau tarawih lagi, " gerutu si bungsu saat pulang tarawih tadi malam.  "Loh, kenapa?" Tanya Saya sambil ...