Belitong, adalah nama daerah yang akhir-akhir ini mendadak terkenal seiring dengan best sellernya novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Novel ini menggambarkan dengan jelas suasana kota-kota di Belitong yang menjadi setting cerita. Maka, ketika mendapat tawaran untuk bertugas ke Belitong tanpa berfikir lagi langsung aku iyakan. Maka awal Desember 2011, mendaratlah aku di Belitong dengan suka cita.
Meski tujuan ke Belitong untuk urusan pekerjaan, aku sudah menjadwalkan di sela-sela kegiatanku untuk mengunjungi tempat-tempat yang diceritakan dalam novel Laskar Pelangi. Kebetulan beberapa sekolah yang aku kunjungi berada di wilayah Belitong Timor yang beribukota di Manggar (kota seribu warung kopi). Setelah selesai urusan pekerjaan, tujuan pertama saya adalah mengunjungi SD Laskar Pelangi.
SD Laskar Pelangi ini adalah replika SD Muhamadiyah Gantong yang diceritakan di novel. SD aslinya sendiri sudah tidak ada dan beralih fungsi. Memasuki sekolah ini terbayang Ikal, Mahar, Lintang dkk dan tentu saja bu Muslimah sang guru fenomenal. Subhanallah, bukan fasilitas yang mebuat siswa berprestasi, namun seorang guru yang dapat menginpirasi siswa.
Setelah ke SD Laskar Pelangi, tujuan selanjutnya adalah pantai Tanjung Tinggi salah satu pantai dengan panorama batu-batu koral yang sangat indah. Pantai ini juga diceritakan dan difilmkan dalam adegan ketika bu Mus memanggil murid-muridnya dengan panggilan laskar pelangi.
Datang di Manggar tidak afdol jika kita tidak menyempatkan diri mampir ke salah satu warung kopi disana. Bahkan salah satu novel Andrea Hirata berjudul "Cinta dalam Secangkir Kopi" khusus menceritakan aktivitas di warong kopi di Manggar ini. Keunikan kopi di warkop Manggar adalah cara pembuatannya. Kopi direbus dalam ketel khusus lalu setelah mendidih dituang ke dalam gelas-gelas. Penikmat bisa menambahkan gula atau susu, sesuai selera. Dengan segelas kopi seharga Rp. 3.000,00 ini kita boleh berjam-jam duduk di warkop ngobrol sepuasnya. Benar, orang-orang dari berbagai etnis, kelas sosial, dan kebanyakan laki-laki tak sepi memenuhi warkop-warkop di kota Manggar.
Kebetulan salah satu sekolah yang aku kunjungi adalah SDN Manggar yang dulunya adalah SD PN Timah yang setelah PN Timah bubar lalu dinegerikan. Untuk ukuran SD sekarang sekolah itu biasa-biasa saja. Namun, pada saat cerita Laskar Pelangi berlangsung, SD ini menjadi SD paling bagus.
Untuk makanan, hidangan laut paling top di Belitong. Aku lupa nama ikannya. Selain itu mie Belitong yang segar juga dapat menjadi menu pilihan.
Sayangnya aku belum berkesempatan menyebarang ke pulo Lengkuas yang terkenal dengan mercu suar dan keindahan alam bawah lautnya. Semoga suatu saat bisa ke sana lagi. Aamiin.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar