Kamis, 03 Januari 2013

Mimpi


Pagi ini selesai melakukan aktivitas pagi; memasak, baca koran, mandi dan shalat dhuha, aku mulai mengumpulkan buku-buku  tentang ekonomi Islam, materi yang akan aku ajarkan di semester ini. Sudah seminggu ini sebenarnya aku mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk pembelajaran yang akan dimulai senin 7 Januari besok. Namun persiapan itu belum sampai ke buku-buku. Aku masih merapikan program semester, analisis kompetensi, silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Segala administrasi  itu memakan waktu yang tidak sedikit.  Apalagi sudah setahun ini aku tidak mengajar ekonomi Islam. 

Namun demikian, aku tadi malam terbangun dengan mimpi yang aneh tapi nyata. Dalam mimpiku aku sedang mengajar tapi murid-muridku asyik dengan kegiatannya masing-masing, dan kondisi itu membuatku marah. Astaghfirullah. Mimpi itulah yang membuatku bersemangat untuk mempersiapkan materi pembelajaran dengan baik.  Akhirnya aku temukan empat buku tentang ekonomi Islam dan satu buku yang tidak ada kaitannya dengan ekonomi Islam namun menarik perhatianku. Buku itu berjudul Memories, dreams, reflections tulisan Carl Gustav Jung. Bagi yang pernah belajar psikologi nama Carl Gustav Jung tentu tidak asing lagi. Bersama seniornya Sigmund Freud dan Alfred Alder, menjadi pelopor dalam teori psikoanalisis. Buku lama C.G. Jung ini menarik perhatianku, karena seperti seniornya dan sekaligus gurunya Sigmund Freud, C.G. Jung juga konsen ke masalah-masalah alam bawah sadar salah satunya tentang mimpi. Mimpi yang dimaksud disini adalah pengalaman yang terjadi ketika kita sedang tidur.

Aku sendiri termasuk pemimpi, alias sering bermimpi dalam tidur. Bahkan mengalami mimpi-mimpi yang menurutku spektakuler yang sulit ditafsirkan, namun juga mimpi-mimpi yang nyata seperti mimpiku tadi malam. Kadang ada orang yang lebih sering aku temui dalam mimpi dibanding di alam nyata. Beberapa mimpiku ada yang menjadi firasat sesuatu yang akan terjadi atau bahkan tidak berarti apa-apa. Aku sendiri lebih senang menganggap mimpiku  sebagai kembangnya tidur. Sepertinya indah sekali jika setiap tidur mengalami mimpi.

Berbeda denganku yang hanya menganggap mimpi sebagai kembangnya tidur, Jung menjadikan mimpi dan kejadian di alam bawah sadar menjadi kajian ilmiah yang melahirkan teori-teori dalam psikologi. Dalam buku setebal 568 halaman ini, Jung mengungkapkan fakta, hipotesis dan teori-teorinya.  Tentang mimpi Jung menulis “..biasanya kita membuang petunjukyang dikirim alam bawah sadar-melalui mimpi- misalnya , karena yakin permasalahan tersebut tidak mudah dijawab. Namun,  saya berargumen bahwa jika ada sesuatu yang tidak kita ketahui, maka kita harus menempatkannya sebagai permasalahan intelektual.” Itulah yang mendasari Jung untuk tidak berhenti mengkaji alam bawah sadar sebagai bagian dari ilmu psikologi. Bahwa gejala jiwa tidak saja dapat dianalisis melalui alam sadar yang tampak.

Tentang mimpi Jung menuliskan teorinya begini:
“Mimpi adalah sebuah pintu kecil yang tersembunyi di dalam ceruk jiwa paling dalam dan paling rahasia, terbuka untuk jiwa pada dunia malam kosmis, jauh sebelum munculnya kesadaran ego, dan akan menetap di jiwa, tak peduli seberapa jauh kesadaran ego akan memperluas dirinya. Semua bentuk kesadaran berdiri terpisah-pisah; namun di dalam mimpi, kita mengenakan segala kesamaan dari manusia yang lebih universal, lebih nyata, lebih abadi. Di sana ia masih menjadi keseluruhan, dan keseluruhan itu masih berada dalam dirinya, tak terbedakan dari alam dan terlepas dari segala ego. Dari kedalaman tempat menyatunya segala hal inilah muncul mimpi.”

Teorinya tersebut mungkin agak sulit dipahami. Namun demikian segala jerih payahnya meneliti alam bawah sadar layak kita apresiasi. Sebagian besar kita seperti yang disebutkan dalam argumentasinya di awal, lebih suka membuang apa-apa yang sulit dipahami.  Jung sendiri pernah mengesampingkan buku Freud yang berjudul “the interpretation of dreams”, karena belum bisa memahaminya.Freud dengan teori psikoanalisisnya membagi alam jiwa menjadi 3 yaitu alam sadar, alam bawah sadar, dan alam tidak sadar. Mimpi adalah bagian dari kehidupan di alam bawah sadar.

Bagiku sendiri, ternyata alam sadar dan alam bawah sadarku sama-sama sibuknya.

Wallahu'alam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imam yang Tak Dirindukan

"Aku besok gak mau tarawih lagi, " gerutu si bungsu saat pulang tarawih tadi malam.  "Loh, kenapa?" Tanya Saya sambil ...