Pagi itu jam 7.30 ketika aku sampai di kantor PT. Tiga Utama di
bilangan Senen Jakarta Pusat, belasan tahun yang silam. Belum ada yang datang,
baru ofice boy yang sudah hampir selesai membereskan ruangan. Sudah tiga
bulan terakhir aku bekerja di kantor ini, mengemban amanah dari KAP. Usman dan
Rekan untuk membantu membenahi sistem akuntansi perusahaan biro perjalanan haji
ONH plus terbesar waktu itu. Tempat kosku yang cukup jauh di daerah Cipulir
Kebayoran Lama membuatku lebih nyaman berangkat pagi-pagi. Selain bisa hadir
tepat waktu, juga terhindar dari macet dan mendapat tempat duduk di bis kota
yang membawaku dari blok M ke Senen. Waktu itu jalanan belum semacet dan
seramai sekarang. Sehingga perjalanan Kebayoran Lama-Senen dapat
ditempuh dalam waktu 1 jam saja.
Aku sedang bersiap-siap untuk memulai tugasku hari itu ketika bos Tiga Utama, bapak Ande Abdul Latief datang. Beberapa teman terlihat juga sudah hadir. Entah kenapa beliau langsung mendatangi mejaku, dan mengatakan "kamu siap-siap untuk berangkat bersama rombongan haji Tiga Utama tahun ini ya"! Degg, rasanya aku tak percaya. "Bener pak?", tanyaku tak percaya. "Iya, segera urus paspor", jawab beliau. Baik Pak, jawabku buru-buru". Subhanallah Walhamdulillah Wa Laa Ila ha Illallah. Kusempatkan untuk shalat dhuha pagi itu dan sujud syukur atas karunia Allah yang tak terhingga ini.
Usiaku menjelang 23 tahun waktu itu, belum lama hijrah ke Jakarta. Sebagai karyawan baru di perusahaan swasta, gajiku waktu itu hanya cukup untuk membiayai hidup sehari-hari. Hari-hariku diisi dengan bekerja dari senin hingga Jum'at. Sabtu istirahat, dan minggu seharian ngaji di pengajian Walisongo di Kwitang Senen. Rasanya aku baru berani memimpikan hidup yang lebih baik, bertemu jodoh dan menikah. Aku tak pernah bermimpi ini, bahkan untuk sekedar berniat menunaikan ibadah haji dalam waktu dekat. Apalagi haji ONH Plus yang biaya terendah US$ 6.000. Terbersit tanya "why me Allah"? Dan Allah sepertinya menjawab, "engkau harus tahu, bahwa Aku Maha Kuasa, KehendakKu mutlak. Jika Aku menghendaki kebaikan itu mudah bagiKu, seperti juga sebaliknya. Begitulah yang kupahami saat itu.
Berita gembira ini tentu saja langsung aku kabarkan kepada Bapak dan Ibu di kampung, saudara-saudara, dan teman-teman. Mereka semua tidak menduga. Tapi begitulah yang terjadi. Urusan pasporpun cukup lancar. Hingga hari keberangkatanku ke tanah sucipun tiba. Hanya kakakku seorang diri yang mengantar. Itupun cuma sampai kantor. Setelah itu kami rombongan berangkat ke bandara menggunakan bis. Inilah pengalaman pertamaku naik pesawat. Saat itu, kami menggunakan pesawat Saudi Airlines. Kami menempati kabin atas. Kabin yang nyaman, dengan kursi-kursi yang besar dan lapang membuat kami bisa tidur sambil selonjoran selama 9 jam perjalanan di atas pesawat. Saat itu yang terbersit dalam fikiranku adalah 'ternyata naik pesawat nyaman sekali ya'. Apalagi dengan layanan full service yang memanjakan. Baru tahu aku sekarang, ternyata kami menempati kelas penerbangan eksekutif waktu itu. Subhanallah..Alhamdulillah.
Sejak itu kuikhlaskan hidupku untuk diatur olehNya.
Aku sedang bersiap-siap untuk memulai tugasku hari itu ketika bos Tiga Utama, bapak Ande Abdul Latief datang. Beberapa teman terlihat juga sudah hadir. Entah kenapa beliau langsung mendatangi mejaku, dan mengatakan "kamu siap-siap untuk berangkat bersama rombongan haji Tiga Utama tahun ini ya"! Degg, rasanya aku tak percaya. "Bener pak?", tanyaku tak percaya. "Iya, segera urus paspor", jawab beliau. Baik Pak, jawabku buru-buru". Subhanallah Walhamdulillah Wa Laa Ila ha Illallah. Kusempatkan untuk shalat dhuha pagi itu dan sujud syukur atas karunia Allah yang tak terhingga ini.
Usiaku menjelang 23 tahun waktu itu, belum lama hijrah ke Jakarta. Sebagai karyawan baru di perusahaan swasta, gajiku waktu itu hanya cukup untuk membiayai hidup sehari-hari. Hari-hariku diisi dengan bekerja dari senin hingga Jum'at. Sabtu istirahat, dan minggu seharian ngaji di pengajian Walisongo di Kwitang Senen. Rasanya aku baru berani memimpikan hidup yang lebih baik, bertemu jodoh dan menikah. Aku tak pernah bermimpi ini, bahkan untuk sekedar berniat menunaikan ibadah haji dalam waktu dekat. Apalagi haji ONH Plus yang biaya terendah US$ 6.000. Terbersit tanya "why me Allah"? Dan Allah sepertinya menjawab, "engkau harus tahu, bahwa Aku Maha Kuasa, KehendakKu mutlak. Jika Aku menghendaki kebaikan itu mudah bagiKu, seperti juga sebaliknya. Begitulah yang kupahami saat itu.
Berita gembira ini tentu saja langsung aku kabarkan kepada Bapak dan Ibu di kampung, saudara-saudara, dan teman-teman. Mereka semua tidak menduga. Tapi begitulah yang terjadi. Urusan pasporpun cukup lancar. Hingga hari keberangkatanku ke tanah sucipun tiba. Hanya kakakku seorang diri yang mengantar. Itupun cuma sampai kantor. Setelah itu kami rombongan berangkat ke bandara menggunakan bis. Inilah pengalaman pertamaku naik pesawat. Saat itu, kami menggunakan pesawat Saudi Airlines. Kami menempati kabin atas. Kabin yang nyaman, dengan kursi-kursi yang besar dan lapang membuat kami bisa tidur sambil selonjoran selama 9 jam perjalanan di atas pesawat. Saat itu yang terbersit dalam fikiranku adalah 'ternyata naik pesawat nyaman sekali ya'. Apalagi dengan layanan full service yang memanjakan. Baru tahu aku sekarang, ternyata kami menempati kelas penerbangan eksekutif waktu itu. Subhanallah..Alhamdulillah.
Sejak itu kuikhlaskan hidupku untuk diatur olehNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar