Persaingan alias kompetisi ada dimana-mana dan kapan saja. Mulai dari kecil bahkan untuk masuk sekolah dasar saja anak-anak sudah harus melalui kompetisi. Daya tampung sekolah lebih sedikit dibandingkan jumlah usia sekolah yang ada. Akibatnya anak-anak harus dites. Demikian seterusnya ketika masuk SMP, SMA, perguruan tinggi, bahkan setelah lulus dan berusha mendapat pekerjaan. Tidak ada yang tidak berkompetisi.
Dalam setiap kompetisi pasti ada yang berhasil dan ada yang gagal. Dalam kompetisi yang fair, yang berhasil memang memiliki kompetensi melebihi kompetitornya. Kompetensi bisa didapat karena pendidikan, pengalaman, juga persiapan yang lebih dalam segalanya. Bagi yang gagal, jika bersedia mengevaluasi diri secara jujur bisa jadi memang pesiapannya kurang atau memang kemampuannya terbatas. Oleh karena itu kompetisi yang sehat mengahsilkan kemenangan maupun kegagalan yang sama-sama diterima dengan lapang hati.
Menyadari itu, seyogyanya kita berusaha menemukan dan mengaktualisasikan potensi terbaik kita masing-masing. Berusaha sebaik mungkin, pantang menyerah dan biarkan dunia menilai kelayakan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar