Sudah menjadi kebiasaan dimana-mana sepertinya (setidaknya yang pernah aku temui), bahwa deretan tempat duduk di depan biasanya paling akhir terisi dan dibiarkan kosong jika tempat duduk berlebih. Kebiasaan ini terjadi dimana-mana termasuk di ruang-ruang kelas. Untuk mengatasi masalah tersebut, sekolah-sekolah tertentu (biasanya sekolah bagus) memberi nomor kursi/meja dan nomor siswa, sehingga siswa akan duduk sesuai nomor kursinya yang kadang tempatnya bisa dipindah-pindah. Cara lain dengan menyediakan kursi/meja pas sejumlah siswa, sehingga tidak ada yang memilih duduk di belakang.
Jika kondisi-kondisi tersebut tidak ada, guru mesti mencari cara agar siswa memenuhi tempat duduk di depan. Aku sendiri cenderung "membiarkan" siswa memilih tempat duduk yang menurut siswa paling nyaman. Aku juga tidak alergi dengan keberisikan mereka pada saat dirasa pembelajaran tidak akan terganggu oleh suara-suara. Hanya pada saat-saat tertentu seperti ketika penanaman konsep yang membutuhkan konsentrasi aku meminta mereka duduk di depan dan tenang.
Seperti hari ini pada saat akan penanaman konsep jurnal, ada dua deret meja/kursi di depan yang tidak terisi karena ada siswa yang tidak masuk. Lalu dengan rileks aku bilang ke murid-murid saya: "yang bersedia duduk di depan, ibu do'ain ilmunya barokah". Alhamdulillah, kata-kata itu rupanya cukup manjur, bahkan sebelum kalimat itu benar-benar berakhir murid-murid yang duduk di belakang berlari pindah ke depan.
Pelajaran dari itu, kata-kata yang diucapkan dengan ikhlas dan dari hati akan sampai ke hati. Pemilihan kata-kata dan sikap yang tepat dan baik bisa sangat mudah mempengaruhi siswa. Guru/orang tua tidak bisa menghindar dari saat-saat harus 'menyuruh' atau meminta siswa/anak untuk melakukan apa yang kita kehendaki. Cara yang tepat dalam meminta/menyuruh sangat menentukan kesediaan/keikhlasan siswa/anak memenuhi permintaan kita.
Alhamdulillah, sungguh tidak ada yang sia-sia dari setiap kejadian.
Salam
Madrasah Aliyah Negeri 14 Jakarta, 1 Maret 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar