Balance adalah kosa kata bahasa Inggris yang artinya keseimbangan/seimbang.Kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari baik lisan maupun tulisan. Namun balance yang saya maksud di sini adalah salah satu laporan keuangan yang bernama "balance sheet" atau neraca. Jenis laporan keuangan 'neraca' sesuai namanya memang harus seimbang jumlah sisi aktiva dengan jumlah sisi hutang dan modal.
Kata 'balance' menjadi ekspresi kepuasan tersendiri bagi murid-muridku saat laporan keuangan mereka benar alias balance, meski balance saja belum tentu benar.
Seperti siang yang terik tadi, saya memberikan ulangan harian untuk murid-murid kelas XI IPS 1. Soal berbentuk essay menguji kompetensi siswa dalam mencatat jurnal penyesuaian, menyelesaikan kertas kerja dan menyusunnya dalam laporan keuangan. Seperti biasa soal saya buat dalam 4 tipe berbeda dengan harapan siswa bekerja mandiri alias tidak mencontek. Dan benar, selesai soal dibagikan murid-murid asyik dan serius dengan kertas ulangannya masing-masing. Dan oleh karenanya saya cukup sesekali saja mengamati mereka.
Sambil mengawasi siswa mengerjakan ulangan, pikiran saya menerawang ke saat pertama mulai mengajarkan mapel akuntansi kepada siswa. Karakteristik mapel ini memang perpaduan kognitif analitik dan praktek. Bagaimana mengajarkan mapel yang membutuhkan banyak latihan, ketelitian dan kerapihan kepada siswa IPS yang "terkesan" kurang dalam ketiga hal tersebut, pernah benar-benar menjadi bahan pemikiran. Pada akhirnya saya menggunakan metode seperti menyusun puzzle untuk menarik minat belajar siswa dan sekaligus agar mudah dipahami. Alhamdulillah membawa hasil. Murid-murid yang sempat saya khawatirkan ternyata asyik belajar mapel akuntansi ini, termasuk siswa laki-laki yang biasanya malas.
"Yes.....laporanku balance!!!" tiba-tiba lamunan saya terputus oleh teriakan puas salah seorang siswa yang ternyata telah menyelelasaikan ulangannya dan balance. Saya lihat dia tersenyum puas sambil mengepalkan tangannya. Alhamdulillah, kataku dengan suara agak keras agar siswa terbiasa mengucap syukur atas hasil kerjanya. Sementara itu sebagian yang lain mulai terlihat resah, karena laporan neraca masih belum seimbang. Helaan nafas panjang dan kata-kata resah sebentar-sebantar terdengar. Diantara itu teriakan "Yes" dan Alhamdulillah kembali terdengar, pertanda siswa telah menemukan letak ketidakseimbangan neracanya dan memperbaikinya.
Tak terasa 2 jam pelajaran alias 90 menit waktu ulangan telah berakhir. Satu persatu siswa menyerahkan hasil kerjanya dengan dua ekspresi senyum atau manyun. Yang manyun berarti masih belum menemukan kesalahan yang diperbuatnya sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan. Apapun hasilnya sukurilah karena kalian telah berusaha. Bagi yang masih kurang akan ada saatnya memperbaiki.
Begitulah ulangan harian akuntansi kali ini, seperti itu juga ujian-ujian harian hidup kita. Ada yang mengakhiri hari dengan senyum karena telah menyelasaikan ujian dengan baik dan ada juga yang manyun karena masih belum bisa menyelesaikan masalahnya. Namun seperti ulangan harian, Insya Allah masih ada kesempatan kedua untuk menyelesaikan setiap ujian jika kita masih ada umur dan mau memperbaiki kesalahan. Allah Maha Adil.
Wallahu'alam Jakarta, 25 April 2012
Seperti siang yang terik tadi, saya memberikan ulangan harian untuk murid-murid kelas XI IPS 1. Soal berbentuk essay menguji kompetensi siswa dalam mencatat jurnal penyesuaian, menyelesaikan kertas kerja dan menyusunnya dalam laporan keuangan. Seperti biasa soal saya buat dalam 4 tipe berbeda dengan harapan siswa bekerja mandiri alias tidak mencontek. Dan benar, selesai soal dibagikan murid-murid asyik dan serius dengan kertas ulangannya masing-masing. Dan oleh karenanya saya cukup sesekali saja mengamati mereka.
Sambil mengawasi siswa mengerjakan ulangan, pikiran saya menerawang ke saat pertama mulai mengajarkan mapel akuntansi kepada siswa. Karakteristik mapel ini memang perpaduan kognitif analitik dan praktek. Bagaimana mengajarkan mapel yang membutuhkan banyak latihan, ketelitian dan kerapihan kepada siswa IPS yang "terkesan" kurang dalam ketiga hal tersebut, pernah benar-benar menjadi bahan pemikiran. Pada akhirnya saya menggunakan metode seperti menyusun puzzle untuk menarik minat belajar siswa dan sekaligus agar mudah dipahami. Alhamdulillah membawa hasil. Murid-murid yang sempat saya khawatirkan ternyata asyik belajar mapel akuntansi ini, termasuk siswa laki-laki yang biasanya malas.
"Yes.....laporanku balance!!!" tiba-tiba lamunan saya terputus oleh teriakan puas salah seorang siswa yang ternyata telah menyelelasaikan ulangannya dan balance. Saya lihat dia tersenyum puas sambil mengepalkan tangannya. Alhamdulillah, kataku dengan suara agak keras agar siswa terbiasa mengucap syukur atas hasil kerjanya. Sementara itu sebagian yang lain mulai terlihat resah, karena laporan neraca masih belum seimbang. Helaan nafas panjang dan kata-kata resah sebentar-sebantar terdengar. Diantara itu teriakan "Yes" dan Alhamdulillah kembali terdengar, pertanda siswa telah menemukan letak ketidakseimbangan neracanya dan memperbaikinya.
Tak terasa 2 jam pelajaran alias 90 menit waktu ulangan telah berakhir. Satu persatu siswa menyerahkan hasil kerjanya dengan dua ekspresi senyum atau manyun. Yang manyun berarti masih belum menemukan kesalahan yang diperbuatnya sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan. Apapun hasilnya sukurilah karena kalian telah berusaha. Bagi yang masih kurang akan ada saatnya memperbaiki.
Begitulah ulangan harian akuntansi kali ini, seperti itu juga ujian-ujian harian hidup kita. Ada yang mengakhiri hari dengan senyum karena telah menyelasaikan ujian dengan baik dan ada juga yang manyun karena masih belum bisa menyelesaikan masalahnya. Namun seperti ulangan harian, Insya Allah masih ada kesempatan kedua untuk menyelesaikan setiap ujian jika kita masih ada umur dan mau memperbaiki kesalahan. Allah Maha Adil.
Wallahu'alam Jakarta, 25 April 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar