Senin, 23 April 2012

Absurditas

Beberapa hari yang lalu, salah satu media online menurunkan tulisan tentang absurditas kehidupan masyarakat di ibukota. Absurd berarti aneh, konyol, irasional, tidak beralasan, juga tidak bermakna. Segala hal yang absurd terkesan sia-sia belaka. Kehidupan masyarakat ibukota seperti berjalan tanpa logika. Aturan dibuat untuk dilanggar, orang jahat dipuja-puja sebaliknya orang baik menderita. Kisah duka dan bahagia bisa terjadi dalam waktu yang sama membuat orang menangis dan tertawa pada waktu yang sama. Manusia tidak lagi bisa benar-benar memahami apa yang dirasa. Rutinitas tanpa makna tanpa hati menghinggapi keseharian masyarakat ibukota. Orang-orang sudah seperti robot berjalan melakoni keseharusan. Pergi pagi, pulang petang menjalani waktu demi waktu, momen demi momen tanpa penghayatan seperti komputer yang sudah diprogram. Aktivitas tanpa jeda, orang-orang sibuk bekejaran dengan waktu dan seolah tak cukup waktu. Jangankan peduli terhadap orang lain, bahkan terhadap keluarga dan diri sendiripun acapkali abai. Kondisi itu menimpa hampir semua orang, dari direktur sampai tukang cukur. Dari profesor hingga provokator. Dari anak-anak hingga orang tua. Tak membedakan jenis kelamin, tingkat kekayaan, latar belakang pendidikan, agama, suku, dan ras. Pertanyaannya apa yang dicari, apa yang dikejar, apa yang diburu..? Tentu, kita tidak ingin terjebak dalam panggung seperti itu dan membiarkan diri kita menjalani rutinitas tanpa makna. Apa yang kita perlukan adalah menghidupkan hati dan menggugah kesadaran diri agar setiap momen tidak berlalu begitu saja tanpa kita hayati. Jalan termudah untuk mencapai itu sebenarnya sudah disediakan Tuhan bagi kita, namun kita sering melalaikannya. Jalan itu adalah mengingat Allah dalam setiap momen. Mengaitkan setiap momen, setiap pilihan, bahkan setiap helaan nafas kita kepada Allah. Dari itu, kita mampu untuk mensyukuri setiap keadaan sebagai karunia terbaik dari Allah. Jakarta, April 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imam yang Tak Dirindukan

"Aku besok gak mau tarawih lagi, " gerutu si bungsu saat pulang tarawih tadi malam.  "Loh, kenapa?" Tanya Saya sambil ...