Selasa, 04 November 2014

Nurture vs Nature

"Bu, apakah kalau orang tuanya berbuat sesuatu anaknya akan berbuat sama seperti orang tuanya?", tanya seorang anak dengan ekspresi takut dan cemas. Saya berusaha untuk membesarkan hatinya dengan menjawab bahwa perbuatan baik atau buruk bukanlah warisan. Itu adalah murni tanggung jawab dan pilihan pribadi masing-masing pelakunya. Saya tidak tahu apakah kata-kata saya saat itu dapat meringankan kecemasannya, namun pertanyaan itu menjadi bahan renungan saya berhari-hari sejauhmana perilaku/sikap orang tua berpengaruh terhadap anak. Di saat lain seorang teman menceritakan kecemasannya karena anak gadisnya yang masih SMP sudah mulai berpacaran. Di akhir cerita dan setengah bertanya teman saya ini berkata, "apakah ini karena faktor keturunan, karena dulu ibunyapun mulai berpacaran saat SMP".

Sebagai seorang guru, saya juga sering menemukan berbagai perilaku anak yang ekstrem dari berbagai sudut pandang. Ada ekstrem pemalu, ekstrem pemarah, ekstrem penggembira dan sebagainya.  Anak yang ekstrem pemarah, maka cenderung akan mengekspresikan kemarahannya melalui kata-kata bahkan perbuatan fisik yang merugikan temannya seperti memukul, mencakar, dan serangan fisik lainnya. Sedangkan anak yang ekstrem pemalu maka dia bisa bertahan dalam kesendiriannya di lingkungan sekolah.

Seringkali menghadapi sikap tersebut kita mencoba menganalisisnya dengan cara merunut bagaimana pendidikan pertama yang dia terima di rumah. Dalam banyak kejadian, sikap-sikap anak yang ditampilkan terutama saat mereka sudah remaja adalh refleksi sikap yang pernah dia terima di keluarganya, dalam hal ini adalh orang tuanya. Anak yang mengekspresikan kemarahannya secara berlebihan baik kata-kata maupun fisik 'biasanya' pernah diperlakukan dengan cara yang sama oleh orang tuanya di rumah. Demikian juga anak yang pemalu berlebihan, bisa jadi karena pendidikan masa kecil yang diterimanya tidak menumbuhkan rasa pervaya diri dia.

Dari beberapa hal di atas pertanyaannya adalah apakah nurture (pola asuh) atau nature (keturunan) yang paling berpengaruh terhadap perilaku seseorang. Apakah kedua-duanya berpengaruh. Apakah seorang anak yang pemarah karena dididik dan dilahirkan dari orang tua pemarah? Dan, orang tua yang pemarah karena juga dididik dan dilahirkan oleh orang tua pemarah, dan seterusnya kakek-buyut yang juga pemarah. Lalu sifat pemarah itu menjadi nature yang turun temurun dan menjadi nurture yang dikembangkan dalam pola asuh di keluarga tersebut sehingga melahirkan generasi-generasi berikutnya yang juga pemarah? Jika demikian manusia tak ubahnya robot masa lalu yang hanya mengulang-ngulang cetak biru orang tuanya.

Sebagai guru dan juga orang tua yang merasa perlu untuk terus menerus menanamkan optimisme kepada anak-anak tentu saja saya menentang dan tidak mau percaya dengan hal itu. Bagi saya setiap anak adalah unik dan baik. Bisa jadi faktor keturunan dan pola asuh yang diterimanya berpengaruh terhadap karakternya saat ini tapi tidak seluruhnya. Seorang anak masih sangat mungkin berubah menjadi jauh lebih baik dari apa yang diterimanya dari orang tua yang telah mendidiknya dengan cara yang salah.

Manusia adalah makhluk berkesadaran. Lingkungan yang mendidiknya tidak saja lingkungan keluarga. Orang-orang baik yang ditemuinya di lingkungan yang lebih luas dapat menjadi teladan bagi perubahan perilakunya.  Manusia yang berkesadaran  tidak akan membiarkan apa yang tidak disukainya akan diterima oleh orang lain. Seorang anak yang lembut hatinya bisa jadi dibesarkan oleh orang tua pemarah namun dia tumbuh berkesadaran bahwa sikap pemarah tidak disukainya sehingga dia tidak memperlakukan orang lain dengan marah-marah.

Dalam Islam sendiri kisah keluarga Nabi Nuh dapat menjadi contoh bagaimana sikap baik bahkan keimanan tidak dapat diturunkan. Kan'an yang lahir dan dibesarkan seorang nabipun tidak otomatis tumbuh dan besar menjadi anak yang berakhlak baik. Bahkan Allahpun kemudian menegur nabi Nuh yang mengiba memohon pertolongan Allah untuk anaknya. Bahwa meskipun Kan'an anak biologis nabi Nuh, namun pada hakekatnya dia bukan anaknya.

Kisah itu menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tetap optimis dengan segala kondisi yang saat ini kita hadapi. Khususnya, bagi yang kurang beruntung pernah mendapat pendidikan yang tidak tepat di keluarganya. Bahkan tetap menjadi kesadaran dan bahan refleksi bagi siapapun yang berasal dari keluarga baik-baik.


Wallahu'alam






Selasa, 10 Juni 2014

Balada T*i Kucing

Ini adalah salah satu kisah di keluarga kami, yang saat mengingatnya kami bisa tertawa geli sendiri, namun ada pelajaran yang bisa dipetik. Bahwa segala apa yang ada di sekitar kita dapat menjadi pelajaran adalah benar adanya. Firman Allah; "bahkan tidak sehelai daunpun jatuh, kecuali atas ijin Allah". Kisah ini adalah kejadian nyata yang kami alami khususnya suami saya alami di rumah. Dan, suami saya khususnya mendapat pelajaran dari super bau tak sedap t*i kucing. Kisahnya begini.

Malam itu lepas Maghrib, suami baru pulang dari menunaikan shalat Maghrib berjama'ah di mushola dekat rumah. Sampai di rumah, suami meminta saya untuk menelpon anak pertama yang belum pulang. "Tolong bilang ke Aul agar hati-hati melalui jalan di depan rumah karena banyak bertebaran t*i kucing", begitu pesannya. Suami merasa perlu mengingatkan untuk berhati-hati, karena jika si "kuning" itu terlindas roda motor maka akan berceceran sepanjang garasi dan meninggalkan aroma "semerbak" yang luar biasa dan tahan lama. Sayapun segera menghubungi Aul dan menyampaikan pesan ayahnya. Selesai menelpon, kami beraktivitas seperti biasa, dan merasa tenang. Begitulah, karena di sekitar rumah kami banyak berkeliaran kucing liar dan piaraan tetangga, maka kamipun harus ikut menanggung akibatnya yaitu t*i kucing itu.

Selang beberapa waktu, terdengar deru motor Aul melalui jalan depan rumah. Entah mengapa terdengar ngebut dan terburu-buru. Refleks kamipun saling memandang, dan bertanya-tanya gerangan apa yang terjadi. Suami segera beranjak untuk membukakan pintu garasi. Dan ternyata apa yang dipesankan ayahnya agar berhati-hati, malah benar-benar terjadi. Roda motor Aul melindasi beberapa onggok t*i kucing dan menyebarkannya dari halaman samping hingga ke garasi. Aroma menyengat itu langsung menguar kemana-mana.

Tak tergambarkan ekspresi kesal suami menyaksikan hal itu. Dan terjadilah percakapan seru karena Aul sibuk membela diri. Whatever, aroma itu tak mungkin dibiarkan saja. Suami segera mengambil ember dan meminta Aul dan adiknya membatu membersihkan ceceran t*i kucing itu. Aul yang pulang sudah dalam kondisi lelah dan berasa mau muntah mencium aroma itu, menyatakan tak sanggup ikut membersihkan. Saya sebenarnya ingin diam saja tidak ikut campur. Namun mendengar semua itu saya keluar untuk menengahi dan menyampaikan bahwa hari sudah malam maka membersihkannya besok saja. Namun, suami bersikukuh untuk membersihkannya saat itu juga. Saya tak tega melihatnya capai sendirian, akhirnya turun tangan mengambil pel dan pembersih lantai. Selesai membersihkan lantai, suami mencuci motor Aul. Sungguh malam yang sibuk untuk hal yang sangat-sangat sepele t*i kucing. Selesai membersihkan semuanya,  kami semua diam. Suami tidak saja capai tapi juga lelah. Aul diam merasa bersalah tak tahu harus berbuat apa. 

Esok harinya, seperti biasa saya dan suami selalu memperbincangkan segala hal. Tentunya termasuk peristiwa t*i kucing itu. Tiba-tiba suami berkata, "saya salah, seharusnya saya langsung membersihkan t*i kucing itu, bukan cuma sekedar mengingatkan." "Akibatnya malah semakin banyak yang harus dibersihkan, juga rasa kesal", ujarnya melanjutkan. Saya mendengarnya sambil diam-diam menyimpan rasa geli mengingat peristiwa tadi malam. Kata suami, "t*i kucing itu sebenarnya bisa jadi simbol kemungkaran. Ketika melihat kemungkaran sikap seseorang ada 3; 1) melawan kemungkaran dengan perbuatan/perkataan; 2) sekedar mengatakan oh ini ada kemungkaran; atau 3) mendiamkan saja melihat kemungkaran. Sikap terbaik adalah yang pertama. Subhanallah, suami bisa menarik pelajaran bahkan dari barang yang menjijikkan.

Sejak itu, setiap ada ta* kucing di jalanan depan rumah maupun di halaman, suami langsung membersihkan. Bahkan, terkadang saat pulang dari kantor dan melihat t*i kucing ada di jalanan suami langsung membersihkan dengan sukarela. Tentu saja tidak sekedar tentang si kuning itu, dalam segala hal; got mampet, sungai meluap, sampah berserakan, suami langsung berinisiatif untuk berbuat. Ya, mulai dari kecil, dari yang dekat, dan mulai dari sekarang. Sekarang saya bisa tertawa mengingat balada t*i kucing di malam itu.

Wallahu'alam bii showab





Kamis, 01 Mei 2014

Refleksi Hardiknas 2014

Menjelang hari pendidikan 2 Mei 2014 ini dunia pendidikan di tanah air kembali dihentakkan oleh kasus tragis kekerasan seksual terhadap anak TK. Kita semua terhenyak, marah, dan pilu mengikuti perkembangan kasus tersebut. Anak usia TK yang seharusnya mengalami pendidikan yang menyenangkan justru menjadi korban oleh orang yang sehari-hari berinteraksi dengannya. Tentu tak bisa kita bayangkan trauma psikologis yang dialami anak tersebut, selain dampak penyakit yang harus dideritanya. Bagaimana kegeraman dan kepedihan hati orang tuanya yang tentunya telah berharap banyak dengan menyekolahkan anaknya di sekolah mahal, namun yang dialaminya justru sebaliknya.

Berbagai pertanyaan memenuhi benak kita; bagaimana kasus tragis ini terjadi di sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak? Lebih-lebih lagi di sekolah dengan fasilitas wooww sekaliber JIS yang bayarannya per bulan $2.500 atau sekitar Rp. 27.000.000,00. Secara fisik JIS tidak saja memiliki kelengkapan sarana prasara pendidikan kelas internasional, bahkan juga sistem pendidikan yang tentunya juga berkelas internasional. Bahkan, informasi yang saya peroleh, orang luar yang tidak berkepentingan langsung dengan pendidikan tidak mudah ke sekolah tersebut tanpa ada janji sebelumnya. Ini berarti, sistem keamanan di sekolah tersebut cukup rapi. Namun, kembali ke pertanyaan di atas,  ancaman itu ternyata berasal dari dalam lingkungan sekolah sendiri, oleh orang yang sama sekali tidak diduga akan melakukan kejahatan terhadap anak-anak.

Pendidikan yang Sesungguhnya

Konsep pendidikan menerapkan tiga ranah pendidikan yaitu kognitif, psikomotorik, dan afektif (didalamnya adalah pendidikan moral dan akhlak keagamaan atau dikenal dengan pendidikan karakter). Sekolah sebagai lembaga pendidikan mesti mengusung ketiga ranah ini dalam proses pendidikan di sekolah. Namun demikian secara umum ranah kognitif menjadi prioritas dan tolok ukur keberhasilan sekolah. Prosentase kelulusan, kemenangan dalam kompetisi akademik, diterimanya sisa di sekolah/universitas terbaik pada jenjang pendidikan sekolah selanjutnya menjadi tolok ukur keberhasilan sekolah. Dan semua itu adalah domain kognitif. Orang tua-pun cenderung melihat keberhasilan pendidikan anak-anaknya dari angka-angka yang tertera di rapor. Maka tak jarang orang tua sibuk memasukkan anak-anaknya di lembaga bimbingan belajar untuk menambah jam belajar anak. Orang tua yang mampu berbondong-bondong menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah elit berbayar mahal seperti JIS dengan harapan anaknya memperoleh prestasi akademik membanggakan.

"Kesalahan" paradigma pendidikan yang kognitif minded tersebut terjadi dimana-mana. Sekolah-sekolah mahal semacam JIS cukup banyak bertebaran di tanah air. Bahkan sebelumnya sekolah-sekolah negeri-pun dengan label SBI (sekolah berstandar internasional) juga mengenakan  biaya pendidikan yang cukup mahal. Biaya pendidikan mahal tersebut untuk membiayai seluruh operasional pendidikan seperti gaji guru, belanja sarana/prasara sekolah, pemeliharaan sarpras, pemenuhan kelengkapan media pembelajaran dsb.

Secara tidak langsung pendidikan berbiaya mahal itu seperti menciptakan paradigma money oriented di sekolah. Hal itu terlihat dari adanya divisi marketing yang bertugas "menjual" nama sekolah. Bahkan seperti contoh kasus JIS di atas, sekolah memanfaatkan tenaga kebersihan outsourcing yang notabene tenaga kebersihan tersebut adalah pihak luar yang diijinkan memasuki dunia keseharian sekolah. Jika sekolah itu ibarat rumah bagi seluruh penghuni sekolah, dengan tenaga outsourcing maka sekolah membiarkan orang asing menginap di rumah kita.

Jika sekolah memahami bahwa pengelolaan sekolah itu berbeda dengan pengelolaan perusahaan, maka pengelola sekolah akan menjadikan semua elemen di sekolah sebagai wahana pendidikan bagi siswa. Siswa tidak hanya belajar dari guru-gurunya, tapi juga belajar dari petugas kebersihan, satpam, penjual makanan di kantin sekolah dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Sekolah dapat memfasilitasi model interaksi siswa dengan semua pihak tersebut melalui kegiatan pembiasaan diri. Misalnya, dalam masa orientasi siswa baru, sekolah tidak hanya mengenalkan siswa dengan guru-gurunya tapi juga mengenalkan kakak-kakak kelasnya, satpam sekolah, petugas kebersihan sekolah, kantin, dll. Selanjutnya siswa dapat dilibatkan dalam program kebersihan sekolah serta penegakan disiplin dan tata tertib sekolah.

Pendidikan di sekolah itu tidak hanya saat proses belajar mengajar di kelas, namun selama jam sekolah dari pagi sampai siswa pulang adalah proses pendidikan. Oleh karena itu pengelola sekolah harus memastikan bahwa semua yang terlibat di sekolah (satpam, petugas kebersihan, petugas kantin, dll) adalah orang-orang yang bisa menjadi teladan berperilaku. Mereka adalah orang-orang yang secara intens harus dimenej oleh kepala sekolah agar jalannya seirama dengan visi misi sekolah. Mereka adalah bagian dari proses pendidikan di sekolah yang dituntut untuk berperilaku mendidik.

Di sekolah-sekolah reguler (sekolah negeri secara umum dan sekolah swasta berbayar murah), biasanya siswa mengenal baik satpam sekolah, petugas kebersihan sekolah bahkan pedagang kantin di sekolahnya. Di madrasah tempat saya mengajar, anak-anak mengenal dan memanggil satpam sekolah dengan panggilan 'pak'e' karena akrab. Anak-anak juga mengenal 4 petugas kebersihan kami yang sudah bertahun-tahun bekerja di sini.

Kondisi tersebut barangkali tidak akan ditemui di sekolah berbayar mahal seperti JIS. Jangankan mengenal petugas kebersihan atau satpam, nama-nama seluruh gurunyapun bisa jadi mereka tidak kenal.Pendidikan yang kognitif dan money oriented tersebut telah mengasingkan siswa dari lingkungannya. Siswa hanya dituntut belajar dan belajar materi pelajaran di kelas. Siswa tidak diberi kesempatan untuk belajar dari lingkungannya termasuk lingkungan terdekatnya yaitu sekolah. Sungguh sangat disayangkan, bisa jadi mereka akan menjadi anak-anak yang pandai secara akademik, namun jiwa mereka kering dan terasing.

Kasus JIS  menjadi tamparan yang keras bagi dunia pendidikan. Sudah seharusnya kita kembali berbenah dan berubah, sudah benarkah arah pendidikan kita.

Wallahu'alam





Senin, 10 Februari 2014

Teacher Ana

Pertama mendengar panggilan ini terasa ada yang aneh.  Yaa.. teacher Ana adalah panggilan baru yang saya terima dari rekan-rekan baru saya dari SKTelcom Korea Selatan. Dengan bahasa Inggris ke-Korea-Korea-an Suan Eoh, Peter, Alex dan Ms Yuunhee (dibaca Yuni) memanggil saya dengan teacher Ana. Lambat laun panggilan ini terasa akrab dan ramah di telinga saya. Thanks a lot friends.
at smart class with Suan Eoh, Ryan Kim, and pak Doko

Tentunya yang mengesankan saya tidak sekedar masalah panggilan 'teacher Ana'. Namun panggilan ini membuktikan kepada saya sekali lagi  bahwa "yang terjadi bisa jadi sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan apalagi impikan".  Saya tidak pernah membayangkan akan berinteraksi dan bekerja sama dengan orang Korea. Dari pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki, kerjasama pendidikan biasanya dilakukan dengan Amerika, Eropa, Australia atau Jepang untuk wilayah Asia. Korea adalah sesuatu yang jauh dari bayangan tapi inilah yang terjadi, sekolah kami mendapat bantuan satu ruang kelas yang dinamai sesuai isi dan fungsinya "smart class dan IT center". Bantuan senilai Rp. 600 juta ini seperti manifestasi bahasa agama "rejeki itu bisa datang dari arah yang tak disangka-sangka". Bisa jadi ini adalah terkabulnya do'a-do'a yang selalu kami panjatkan (guru dan siswa) di dhuha rutin harian kami. Alhamdulillah

Dengan kemampuan bahasa Inggris yang pas-pasan saya berhasil menjembatani komunikasi diantara kami. Jadilah sejak persiapan ruangan, launching, dan pemanfaatan ruang, teacher Ana menjadi contact person rekan-rekan Korea. Komunikasi baik melalui verbal (telepon dan saat bertemu) maupun tulisan (email/bbm) dapat kami lakukan dengan baik. Walhasil dialek Korea yang pernah saya akrabi melalui drama serial "junggem" sekitar 10 tahun silam kini hadir secara nyata.
 Yah, serial yang mengisahkan kehidupan juru masak istana kerajaan Korea itu adalah serial yang saya suka waktu itu. Lokasi cerita yang Korea itu dan pakaian tradisional Korea yang selalu dipakai pemainnya,serta dialeg Korea yang kental membekaskan memori yang cukup kuat tentang Korea. Sungguh tidak disangka bahwa obrolan dan dialek Korea itu benar-benar saya dengarkan dan saksikan di depan mata sendiri.
Menyenangkan memiliki teman dari negeri yang berbeda. Membuat kita kaya wawasan dan lebih toleran dengan perbedaan.

Ah, hidup memang misteri. Namun seperti ungkapan 'bahkan keajaibanpun perlu sebab' tugas kita adalah memperbanyak sebab. Yaitu dengan  bertindak dan terus bertindak yang terbaik apapun, kapanpun. Karena, kita tidak pernah tahu tindakan mana yang akan menjadi titik ungkit kita di masa yang akan datang, yang menentukan kejadian yang tak terduga di masa yang akan datang. Tidak ada yang sia-sia dalam setiap kejadian.

Wallahu'alam


Senin, 20 Januari 2014

"Smart Class": Ruang Kelas Idaman

Sore itu aku terpukau dengan ruang kelas baru di sekolah kami. Ruang kelas bantuan dari Korea itu  membuatku bertanya-tanya apakah aku benar-benar sedang berada di ruang kelas Madrasah Aliyah atau di salah satu ruang kelas di Singapura yang pernah aku kunjungi. Ruangan bercat putih bersih dengan pencahayaan terang membuat ruangan ini nampak bersih dan elegan. Desain jendela, pintu, plafon, dan perabot di dalamnyapun bernuansa putih. Bapak-bapak di depan yang memberi trainingpun putih-putih dan bermata sipit. Kesadaranku bahwa ini adalah ruang kelas di madrasah aliyahpulih karena di sekelilingku adalah ibu-ibu guru berjilbab dan bapak-bapak guru yang berkulit coklat.

Ya inilah ruang kelas yang setelah renovasi berhari-hari baru aku dan teman-teman lihat. Tidak saja desain interior yang menjadikan ini ruang kelas idaman, namun fasilitas di dalamnyapun dipersiapkan sesuai dengan namanya "smart class". Di dalam ruang kelas idaman itu sudah tertata 35 personal computer terbaru yang dikoneksikan dengan wifi, "interactive white board', dan 20 samsung tablet berwarna putih yang berharga Rp. 9.000.000,00 per tabletnya. Wowwww..kamipun terpukau. Tidak pernah membayangkan kami memiliki ruang kelas dengan fasilitas semodern ini. Lebih lagi kelas ini didesain dengan"system konfigurasi for smart class", memungkinkan koneksi antar siswa dan guru melalui kecanggihan teknologi.

Training sore itu adalah satu paket bantuan untuk mempersiapkan para guru agar mampu menggunakan ruang kelas ini kelak untuk kegiatan pembelajaran. Kami dilatih tentang hardware dan software yang ada dan bisa dimanfaatkan di ruang kelas ini. Alih-alih mempertanyakan motif dibalik bantuan Korea ini, kami para guru lebih antusias untuk mempelajari apa dan bagaimana "smart class".  Jangan sampai kecanggihan teknologi dan kelengkapan fasilitas smart class ini mubazir karena guru tidak bisa menggunakannya alias gaptek.

Aku membayangkan bagaimana pembelajaran yang interaktif dan menarik di ruang kelas ini kelak. Dan, membayangkan lagi seluruh ruang kelas kami seperti smart class ini. Aamiin. Mimpi di pagi hari. 






Selasa, 10 Desember 2013

Aman dari Kanker Selamanya

Artikel di bawah ini adalah copas habis dari postingan rekan guru di milis IGI. Saya  fikir sangat bermanfaat bagi kita semua, maka saya merasa perlu untuk membaginya. Semoga penulis aslinya mendapat pahal amal jariyah dari hasil tulisannya ini. Aaamiin.

RAHASIA BEBAS DARI KANKER SELAMANYA

Sun Dec 8, 2013 4:40 pm (PST) . Posted by:
"Sunny"
http://myllurhealth ylifestyle. blogspot. se/2010/03/ rahasia-bebas- dari-kanker- selamanya. html

Rahasia bebas dari kanker selamanya

Artikel ini dikirimkan dr Andry Hartono di sebuah milis, mungkin dapat membantu anda atau kerabat anda.

#amandarikanker

Memulihkan fungsi empat organ tubuh utama dan melepaskan tekanan batin

Bagi pasien kanker, asal fungsi empat organ tubuh, berupa limpa, hati, usus besar dan ginjal sehat kembali, sudah boleh mengucapkan selamat berpisah dengan penyakit kanker, kencing manis, penyakit jantung dan darah tinggi.

Ketika pagi tadi saya memeriksa kembali para pasien kanker, banyak dari pasien kanker itu yang tadinya menderita tekanan darah tinggi, sekarang tekanan darahnya sudah normal, tadinya menderita penyumbatan pembuluh darah, sekarang tidak perlu lagi mengkonsumsi obat. Jelas, asal beberapa organ tubuh utama ini dapat dipulihkan secara perlahan- lahan, berbagai jenis penyakit peradaban baru dapat dihilangkan, namun itu bukan faktor utama satu-satunya. Kalau kanker hanya merupakan tumor, tentu lebih mudah ditangani.

Dahulu kita pernah berbuat suatu kesalahan besar dalam bidang medis, asal melihat sebuah tumor, lalu berusaha untuk membunuhnya melalui operasi, kemoterafi atau radiasi, pokoknya jalan terbaik adalah dibunuh dengan segala cara, kemudian dosis obat semakin tinggi semakin baik. Ketika sel kanker mati, orangnya juga mati.

Itu adalah kesalahan terbesar dalam ilmu kedokteran, sebab masalah bukan berdiri sendiri, harus dipertimbangkan secara menyeluruh. Maka dari itu, organ limpa harus dipulihkan terlebih dahulu, kita mesti memelihara suatu kebiasaan makan, dengan kandungan jenis biji-bijian, baik kasar mau pun halus, harus paling sedikit mencapai 50% dalam bahan makanan sehari-hari.

Biji-bijian ini adalah kacang merah, kacang kuning, kacang hijau, jali, dan lainnya, semua ini adalah jenis biji-bijian, biji teratai juga sangat baik, dengan konsep demikian, fungsi limpa dan hati akan membaik. Limpa berguna untuk produksi darah, setiap hari ada dua masa penting, yaitu jam 23.00 - 01.00 dan 11.00 - 13.00.

Maka ketika waktu istirahat memang sudah tiba, harus beristirahat. Orang sekarang kebanyakan memiliki masalah organ hati, kenapa demikian?

Tiga perusak organ hati adalah tidur larut malam, makan makanan berminyak dan suka marah. Minyak dapat membungkus organ hati, ketika anda menyantap makanan berminyak, lapisan minyak akan membungkus organ hati, membuat organ hati tidak berfungsi, maka jangan mengkonsumsi terlalu banyak makanan berminyak.

Bila semakin banyak tidur semakin lelah : peringatan akan masalah hati. Ketika tidur, limpa mengumpulkan cairan darah dan dikirimkan ke hati untuk dibuang kandungan racunnya, darah bersih kemudian dikirimkan ke jantung, jantung memompakan darah ke seluruh tubuh, apakah tujuannya? Agar setiap tempat yang tercapai oleh darah mendapatkan gizi, sehingga tubuh terjaga tetap sehat.. Sayang sekali, banyak orang sekarang telah memiliki masalah limpa, di mana limpa tidak mampu lagi mengumpulkan darah.

Hanya ada satu cara untuk menjaga kesehatan organ limpa, dengan mengkonsumsi jenis biji-bijian, lalu kenapa organ limpa orang sekarang sedemikian buruknya dan tubuh banyak penyakit? Karena tidak mengkonsumsi jenis biji-bijian, lebih suka makan hamburger, steak, kentang goreng, hanya makan sedikit nasi, itu pun jenis beras putih, kita semestinya mengkonsumsi jenis biji-bijian yang belum diolah, misalnya beras kasar.

Namun saya ingatkan semua orang, Singapura adalah negara tropis, maka jenis biji-bijian asal daerah beriklim dingin atau panas tidak cocok untuk dikonsumsi oleh penduduk daerah tropis, seperti gandum, soba, barley dan sorghum, semua ini merupakan produk pertanian daerah beriklim dingin, tentu ada tubuh sebagian kecil orang yang memang tahan, namun tidak cocok untuk dikonsumsi oleh sebagian besar orang, bukan bahan makanan ini tidak baik.

Apakah bahan makanan paling cocok untuk penduduk daerah tropis seperti kita ini? Yaitu beras kasar dan ubi rambat, kedua jenis makanan ini cocok untuk penduduk seluruh dunia, selain itu juga ada jali dan sekoi yang lebih cocok untuk penduduk daerah tropis. Dengan memelihara kebiasaan makan jenis biji-bijian, fungsi organ limpa akan pulih.

Memulihkan fungsi pembuangan kotoran dari usus besar

Kalau anda sering merasa lelah, hati anda bermasalah, maka anda harus lebih cepat beristirahat. Setiap pagi, anda sulit sekali buang air besar, anda bagai sedang berperang dengan kakus saja, itu tentu sangat menyedihkan sekali.

Gejala apa ini? Itu disebabkan daya serap tubuh anda terhadap makanan berserat sudah lemah, mengapa penderita kanker usus besar di Amerika sangat banyak, penderita kanker usus besar di daerah pantai Tiongkok juga banyak, penderita kanker usus besar di Singapura juga menempati urutan dua dari semua penderita kanker, sedangkan hasil riset terhadap penduduk daerah pedalaman Tiongkok menunjukkan tiada penderita kanker usus, sebab mereka setiap hari buang air besar dengan lancar, begitu jongkok langsung keluar, tinjanya bagai pisang saja, sangat cantik! Bahkan berjejer dengan rapi. Bukan begitu saja, saya jelaskan, tinja orang sehat, diameternya sekitar 2 - 3 cm, berbentuk batangan sepanjang 30 - 45 cm, kalau diletakkan di atas tanah, bisa berguling, bahkan berasap, bahkan ada wangi vanilla.

Pernah suatu hari, Billy menelepon saya dengan gembira, "Pak dosen, apa yang anda katakan memang benar, sebelumnya saya tidak yakin, sekarang saya ingin minta maaf pada anda." Saya bertanya: "Apa yang anda tidak yakin?"

"Anda katakan tinja orang sehat wangi vanilla, mana mungkin? Namun sekarang tinja saya sudah wangi vanilla."

Kenapa? Karena racun dalam usus sudah terbuang, apakah anda tidak merasa tahi lembu ada wangi vanilla? Namun kotoran lembu sekarang sangat bau, sebab makanan lembu sekarang kacau balau, apalagi lembu disuntik antibiotik, kalau anda sulit buang air besar, apa artinya ini? Segala penyakit berawal dari gejala usus besar sulit buang air besar.

Ketika usus besar anda sangat sehat, anda bukan bangun sendiri di pagi hari, namun dibangunkan oleh geliat usus besar. Kenapa?

Karena antara jam 05.00 - 07.00 pagi, usus besar paling aktif bekerja, itu sebabnya kita meminta pasien kanker harus pergi tidur pada jam 21.00 malam, demikian juga dengan pasien kencing manis. Orang pada umumnya harus tidur sebelum jam 23.00 malam, sebab pagi harinya jam 06.00 - 07.00 usus besar akan menggeliat untuk membangunkan anda, meminta anda untuk jongkok di kakus.

Setiap hari berapa kali makan, juga berapa kali buang air besar, kalau begitu berapa kali seharusnya buang air? Ingat!

Kalau 4 - 5 hari buang air sekali, itu artinya menderita penyakit susah buang besar parah, 2 - 3 hari buang air sekali termasuk penyakit susah buang besar tingkat menengah, sedangkan satu hari hanya sekali buang air besar termasuk penyakit susah buang besar tingkat ringan.

Bagaimana bisa disebut paling sehat dan normal? Berapa kali anda makan, sebegitu banyak kali pula anda buang air besar, itulah yang disebut sehat, lagipula setiap kali jongkok, dalam 2 - 3 menit langsung beres.

Lihatlah tinja anda, berjejer dengan rapi, kalau pantat anda dibersihkan dengan kertas tissue, tidak akan ada tinja yang lengket, bersih sekali. Saya melihat ada sebagian orang sangat kasihan sekali, sepuluh lembar kertas tissue juga tidak sanggup membersihkan sisa kotoran di pantat, orang demikian biasanya tidak memakai kertas tissue, langsung siram saja dengan air.

Sebab tubuhnya sangat kekurangan selulosa. Kalau makanan yang masuk ke dalam badan tidak dikeluarkan dalam jangka waktu 12 jam, akan berubah menjadi zat beracun. Racun yang tidak dibuang keluar ini akan diserap oleh dinding usus besar, racun yang terserap ini akan dikembalikan oleh pembuluh balik gerbang ke hati, itu sungguh celaka! Berakibat kerusakan hati yang bermasalah besar.

Maka, masalah hati berhubungan dengan usus besar, asal usus besar lancar, hati akan pulih dengan sendirinya, sistim kekebalan tubuh juga pulih, darah yang dikirimkan ke jantung juga bersih, tubuh akan sulit terserang penyakit.

Ginjal adalah organ penting untuk metabolisma, pembuangan rekreasi dan racun, cairan darah dalam tubuh melewati ginjal sebanyak 20 kali perjam, kotoran metabolisma dari darah disaring oleh ginjal menjadi urin untuk dikeluarkan dari tubuh. Kalau fungsi ginjal bermasalah, pinggang akan terasa linu-linu, sakit gembur-gembur, dalam cairan darah ada racun urin, tekanan darah tinggi, infeksi saluran kencing, lelah, sulit tidur, telinga berbunyi, rambut rontok, pandangan mata kabur, refleks tubuh berkurang, suka muram, sering merasa cemas, bahkan berpikiran bukan-bukan.

Segala jenis zat beracun yang ditimbulkan oleh minuman, makan dan udara yang masuk ke dalam tubuh, mau pun akibat tekanan batin, semuanya melewati ginjal. Kalau sampah ini terlalu banyak, beban kerja ginjal terlalu berat, dalam jangka pendek akan timbul penyumbatan atau infeksi, dalam jangka panjang akan timbul gejala batu ginjal, fungsi ginjal menurun dan darah tidak bersih, paling parah harus menjalani proses cuci darah buatan, kalau tidak bisa membahayakan jiwa.

Bagi ginjal "pencegahan lebih baik daripada pengobatan" . Tindakan terbaik adalah menjaga kesehatan dan menghindari tindakan merusak ginjal. Sebab utama kerusakan ginjal adalah:

1. Mengkonsumsi terlalu banyak makanan mengandung protein tinggi dari binatang, akibatnya timbul asam kencing berlebihan, beban kerja ginjal terlalu berat.

2. Kerja terlalu lelah, tekanan terlalu berat, tidak cukup istirahat.

3. Terlalu banyak konsumsi obat-obatan barat, seperti obat pereda sakit dan antibiotik.

4. Lingkungan tercemar: air, tanah, udara dan suara ribut.

5. Terlalu banyak minum arak, kopi, minuman bersoda, air dingin.

6. Cuaca dingin dan basah.

7. Kurang minum air.

Kalau ingin menjaga kesehatan ginjal, harus kurang bahaya di atas, lebih banyak minum air dan jus buah-buahan, seperti strawberry, cranberry, blueberry, raspberry, semangka dan lemon.

Makan makanan berprotein dari tanaman, olah raga teratur, minum minuman alamiah yang ringan, istirahat secukupnya, menjaga kondisi hati gembira, cegah bagian pinggang jangan terkena udara dingin, sering-sering menggosok bagian pinggang dengan tepalak tangan, agar ginjal lebih terjaga.

Menjaga kondisi ginjal dengan lemon

Lemon baik untuk ginjal, juga hati.

1. Menjaga kesehatan ginjal dengan jus lemon hangat:
Setiap bangun tidur, buat jus dari sebutir lemon, tambahkan air hangat 200 cc (boleh tambahkan garam laut sedikit agar terasa lebih enak diminum) , minum pelan-pelan dalam kondisi perut kosong, itu bisa membersihkan ginjal, juga memperlancar buang air.

2. Jus lemon untuk membuang batu ginjal
Peras jus dari 12 butir lemon segar (kalau sudah mau diminum baru diperas), tambahkan air hangat secukupnya (boleh tambahkan garam laut sedikit agar terasa lebih enak diminum), terus minum selama 7 hari (setiap hari 12 butir lemon, makan minum lainnya seperti biasa). Batu ginjal halus akan keluar bersama dengan urin. Ketika keluar akan terasa sakit, kalau batu ginjal sudah besar, sudah berakibat infeksi dan sakit, boleh minum jus cranberry untuk meredakan sakit dan mengobati infeksi.

Enam cara untuk menghilangkan tekanan batin

Banyak orang pernah menderita tekanan batin akibat beban hidup, beban kerja atau beban hubungan sesama, kalau tekanan batin bisa dikelola dengan baik, akan menjadi sejenis daya dorong yang menimbulkan motivasi hidup. Akan tetapi, kalau tekanan batin tetap ada, tidak dapat diuraikan, bahkan semakin bertambah, ini akan mendatangkan masalah besar pada kelenjar ginjal dan hormon, membangkitkan penyakit dalam sistim kekebalan tubuh, berakibat masalah sangat parah.

Sebagian besar penderita depresi disebabkan oleh tekanan batin sangat besar yang datang secara tiba-tiba, tanpa sanggup menguraikannya. Tekanan batin datang ketika bertemu kesulitan besar, maka kita harus belajar menangani kesulitan.

Kanker berhubungan paling erat dengan tekanan batin, umumnya enam bulan sebelum terserang kanker, penderitanya dilanda masalah dengan tekanan batin berat. Ketika ada tekanan batin, anda harus belajar rileks.

Hembusan nafas bisa berpengaruh pada frekuensi gelombang otak, frekuensi gelombang otak bisa berpengaruh pada kecepatan detak jantung, kecepatan detak jantung bisa berpengaruh pada kecepatan ketat-lemasnya otot. Dengan kata lain, ketika anda merubah cara bernafas, kondisi otot dan perasaan akan membaik, cara ini juga dipergunakan untuk terapi pasien makan langsung muntah.

1. Menggosok kedua telapak tangan.
Ketika mata anda lelah, cara ini paling efektif, dapat membantu kelancaran aliran darah, stamina dan semangat akan segera timbul kembali.

2. Berolah raga
Dengan seluruh badan bergoncang, semangat akan kembali dengan segera, paling baik kalau olah raga rutin, sebab olah raga adalah cara terbaik untuk melepaskan tekanan batin. Selain itu, berjalan kaki dengan kaki ayam di atas rerumputan, juga dapat melepaskan tekanan batin, persyaratan mendasar harus menjadikannya sebagai rutinitas dalam kehidupan sehari- hari.

3. Tidur
Namun orang sekarang kebanyakan sulit tidur nyenyak. Menurut statistik dokter Taiwan, di Taiwan ada sebanyak 5 juta warga yang hanya bisa tidur dengan bantuan obat tidur. Tidur itu adalah tekniknya, harus dingat kala tidur jangan meletakkan tangan di depan dada, bisa mendatangkan mimpi buruk. Juga jangan letakkan di bagian pinggang, bisa menyebabkan tekanan pada organ tubuh, paling baik letakkan di kedua samping tubuh, dengan telapak tangan menghadap ke atas.

Semakin baik tidur seseorang, tekanan batin semakin cepat hilang. Namun jangan tunggu sampai sangat lelah baru tidur, malah akan lebih sulit untuk tidur, sudah lelah masih susah tidur berarti hati sudah rusak berat karena menderita dua kali, yaitu lelah dan tidak bisa istirahat.

4. Istirahat.
Istirahat berbeda dengan tidur, istirahat adalah meninggalkan pekerjaan semula dan menukarnya dengan sebuah pemandangan. Contohnya saat makan jangan lakukan di meja kerja semula, usahakan membawa bekal makanan dari rumah atau disediakan perusahaan, jangan makan di luar, hanya menghabsikan waktu, apalagi kebanyakan makan di luar dapat merupakan biang kanker. Usahakan membawa bekal sendiri, lebih meta waktu, makan mengikuti formula buang racun saya ini, setelah makan, sisakan 15 menit untuk mengerjakan hal yang tiada hubungan dengan kerja sama sekali. Sisa waktu pergunakan untuk melakukan senam pernafasan dengan perut, melalui gerak pernafasan buat diri agar rileks.

5. Menjaga makan minum
Jangan konsumsi makanan bertekanan tinggi, semua makanan yang menyebabkan iritasi merupakan makanan bertekanan tinggi, semakin banyak konsumsi makanan ini akan membuat saraf simpatetik bekerja berlebihan, kadangkala mengganggu semua fungsi tubuh hingga berada dalam kondisi bahaya.

Apa yang disebut makanan bertekanan tinggi? Coca cola, kopi, teh, alkohol, rokok, produk turunan susu dan produk turunan daging, semua jenis daging, terutama yang telah diproses dengan minyak merupakan makanan bertekanan tinggi.

Makanan jenis apa yang bisa membuat perasaan gembira? Sayur-sayuran, buah-buahan dan biji-bijian. Minuman paling manjur menurunkan tekanan adalah air. Minum air bisa mengurangi tekanan, minum air yang baik dapat menghilangkan tekanan batin. (WHO menemukan, lebih dari 80% penyakit berhubungan langsung dengan sumber air yang kurang bersih).

6. Berjemur sinar mentari.
Sinar mentari memiliki kemampuan pengobatan. Banyak penderita depresi merupakan orang yang tidak suka mandi sinar mentari, dengan sering berjemur sinar mentari, antibodi akan meningkat.
Rahasia bebas dari kanker selamanya
Sun Dec 8, 2013 4:40 pm (PST) . Posted by:
"Sunny"
http://myllurhealth ylifestyle. blogspot. se/2010/03/ rahasia-bebas- dari-kanker- selamanya. html

Rabu, 04 Desember 2013

Pendekatan Sain dalam Pembelajaran


Pendekatan sain dalam pembelajaran menjadi tema yang hangat dalam kurikulum 2013. Kurikulum 2013 yang sudah diberlakukan di sebagian sekolah menggunakan pendekatan sain dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang tercermin dalam kegiatan pembelajaran ini menggantikan pendekatan EEK (elaborasi, eksplorasi dan konfirmasi) yang digunakan dalam KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan).
Pendekatan sain dalam pembelajaran mengharuskan guru membuat scenario pembelajaran yang menggambarkan proses berfikir ilmiah. Proses itu meliputi kegiatan 5M yaitu mengamati, menanya, mengeksplorasi/mengumpulkan informasi, mengasosiasi/mengolah informasi dan mengkomunikasikan informasi. 

Proses mengamati dapat dilakukan melalui berbagai tindakan seperti membaca buku-buku sumber belajar, mendengar, menyimak tayangan, melihat obyek belajar baik dengan alat maupun tanpa alat. Proses selanjutnya adalah menanya. Menanya adalah kegiatan mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang sudah diamati. Menanya juga dapat dilakukan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati baik pertanyaan yang bersifat faktual maupun yang bersifat hipotetik. Proses menanya dapat dilakukan kepada guru, nara sumber lain, teman, maupun pihak-pihak yang dianggap kompeten. 

Selanjutnya adalah proses mengumpulkan informasi. Proses ini dilakukan untuk menemukan  dan melengkapi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diperoleh dari proses menanya. Mengumpulkan informasi dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan cara melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian/aktivitas, maupun wawancara.  Proses ini berlanjut dengan proses mengolah informasi/mengasosiasi. Informasi yang  diolah adalah informasi yang sudah dikumpulkan baik dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati. Hasil dari pengolahan informasi  dapat berupa kesimpulan mendalam tentang materi maupun solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda bahkan bertentangan.

Tahap akhir dari pendekatan sains ini adalah mengomunikasikan yaitu menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan yang diperoleh berdasarkan analisis melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi dan mengolah informasi.  Kegiatan mengomunikasikan ini dapat dilakukan  secara lisan, tertulis, atau media lainnya (video, gambar, dsb).

Pendekatan sain dalam pembelajaran mengharuskan guru menerapkan metode-metode pembelajaran yang bersifat cooperative learning. Metode-metode pembelajaran dalam cooperative learning seperti jigsaw, STAD, dan lain-lain memerlukan peran aktif siswa dalam pembelajaran. Dengan metode cooperative learning dan pendekatan sain maka hasil belajar siswa lebih baik. Sesuai dengan konsep belajar “saya dengar saya lupa; saya lihat saya ingat; saya lakukan saya bisa”.

Imam yang Tak Dirindukan

"Aku besok gak mau tarawih lagi, " gerutu si bungsu saat pulang tarawih tadi malam.  "Loh, kenapa?" Tanya Saya sambil ...