Rabu, 04 Desember 2013

Pendekatan Sain dalam Pembelajaran


Pendekatan sain dalam pembelajaran menjadi tema yang hangat dalam kurikulum 2013. Kurikulum 2013 yang sudah diberlakukan di sebagian sekolah menggunakan pendekatan sain dalam proses pembelajaran. Pendekatan yang tercermin dalam kegiatan pembelajaran ini menggantikan pendekatan EEK (elaborasi, eksplorasi dan konfirmasi) yang digunakan dalam KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan).
Pendekatan sain dalam pembelajaran mengharuskan guru membuat scenario pembelajaran yang menggambarkan proses berfikir ilmiah. Proses itu meliputi kegiatan 5M yaitu mengamati, menanya, mengeksplorasi/mengumpulkan informasi, mengasosiasi/mengolah informasi dan mengkomunikasikan informasi. 

Proses mengamati dapat dilakukan melalui berbagai tindakan seperti membaca buku-buku sumber belajar, mendengar, menyimak tayangan, melihat obyek belajar baik dengan alat maupun tanpa alat. Proses selanjutnya adalah menanya. Menanya adalah kegiatan mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang sudah diamati. Menanya juga dapat dilakukan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati baik pertanyaan yang bersifat faktual maupun yang bersifat hipotetik. Proses menanya dapat dilakukan kepada guru, nara sumber lain, teman, maupun pihak-pihak yang dianggap kompeten. 

Selanjutnya adalah proses mengumpulkan informasi. Proses ini dilakukan untuk menemukan  dan melengkapi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diperoleh dari proses menanya. Mengumpulkan informasi dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan cara melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian/aktivitas, maupun wawancara.  Proses ini berlanjut dengan proses mengolah informasi/mengasosiasi. Informasi yang  diolah adalah informasi yang sudah dikumpulkan baik dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati. Hasil dari pengolahan informasi  dapat berupa kesimpulan mendalam tentang materi maupun solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda bahkan bertentangan.

Tahap akhir dari pendekatan sains ini adalah mengomunikasikan yaitu menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan yang diperoleh berdasarkan analisis melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi dan mengolah informasi.  Kegiatan mengomunikasikan ini dapat dilakukan  secara lisan, tertulis, atau media lainnya (video, gambar, dsb).

Pendekatan sain dalam pembelajaran mengharuskan guru menerapkan metode-metode pembelajaran yang bersifat cooperative learning. Metode-metode pembelajaran dalam cooperative learning seperti jigsaw, STAD, dan lain-lain memerlukan peran aktif siswa dalam pembelajaran. Dengan metode cooperative learning dan pendekatan sain maka hasil belajar siswa lebih baik. Sesuai dengan konsep belajar “saya dengar saya lupa; saya lihat saya ingat; saya lakukan saya bisa”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imam yang Tak Dirindukan

"Aku besok gak mau tarawih lagi, " gerutu si bungsu saat pulang tarawih tadi malam.  "Loh, kenapa?" Tanya Saya sambil ...