Rabu, 20 November 2013

Saat Siswa Berbohong

Ada-ada saja peristiwa yang terjadi di sekolah. Norma, sebut saja namanya demikian, tentu tak akan melupakan peristiwa pagi itu. Siswi kelas XII di madrasah kami tersebut "terpaksa" harus mandi wajib di kamar mandi sekolah. Dia harus melakukan itu setelah kebohongannya mengatakan sedang haid sehingga tidak melaksanakan shalat dhuha dan wajib di sekolah, terbongkar.

Hari itu seperti biasa guru piket mengabsen siswa putri yang sedang haid dan mengumpulkan mereka dalam satu kelas untuk membaca matsurot (amalan untuk yang sedang berhalangan haid). Norma dan salah seorang temannya berada di antara siswa yang sedang haid tersebut. Bu guru piket yang jeli menemukan fakta bahwa Norma sudah lebih dua minggu haid. Tentu saja bu Guru tersebut mempertanyakan kebenarannya. Setelah dilakukan cek fisik, diketahui ternyata Norma bersih dari darah haid. Anak itu berkelit bahwa dia baru bersih dari haid dan belum sempat mandi wajib. Akhirnya guru piket menyuruh Norma mandi wajib di kamar mandi sekolah. Karena, masih ada shalat wajib dhuhur dan shalat ashar yang harus dilaksanakan di sekolah.

Begitulah kami para guru di madrasah tidak saja mengajar di kelas-kelas namun juga mendidik anak-anak agar melaksanakan ibadah dengan tertib. Norma dan siswa-siswa lain yang enggan melaksanakan proses pendidikan seringkali berani melakukan kebohongan. Karena pendidikan itu kuncinya adalah konsisten, maka guru mesti menemukan cara untuk menghadapi siswa yang suka berbohong tersebut.  Sistem yang tertib seperti absensi yang konsisten dan pengenalan terhadap siswa dapat mengantisipasi adanya siswa-siswa yang berbohong.

Semoga Norma dapat mengambil pelajaran dari peristiwa itu. Bahwa kepedulian guru yang memaksanya mandi wajib di sekolah adalah karena rasa sayang dan kepedulian terhadapnya. dan, semua itu demi kebaikan hidup dia.Meskipun shalat merupakan pertanggungjawaban dia pribadi terhadap Allah, namun kami para guru sebagai orang tua siswa di sekolah harus memastikan bahwa murid-nuridnya tidak lalai melaksanakan ibadah wajib. Bagaimana dengan orang tuanya di rumah? Semoga orangtuanya di rumah memiliki energi dan kepedulian terhadap anak-anaknya agar taat melaksanakan ibadah shalat. Aamiin.

Hari berikutnya Norma sudah berada di masjid mengikuti shalat dhuha dan wajib berjamaah. Alhamdulillah semoga istiqomah dalam beribadah nak.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Imam yang Tak Dirindukan

"Aku besok gak mau tarawih lagi, " gerutu si bungsu saat pulang tarawih tadi malam.  "Loh, kenapa?" Tanya Saya sambil ...